Selain Ucapan Selamat, Gubri Berharap Ketum DPP Apkasindo Kembangkan Industri Hilir Kelapa Sawit

Selasa, 9 Juli 2019
RIAUPUBLIK.COM, JAKARTA-- Terpilih dan dukukuhkanhya Gulat Mendali Emas Manurung (Ketua DPW Apkasindo Riau) sebagai Ketua Umum DPP Apkasindo priode  2019-2024, Selasa (9/7l) di Jakarta oleh Kepala Staf Presiden RI yang juga Ketua Dewan Pembina Apkasindo Jendral TNI Pur Moeldoko, mendapat banyak ucapan selamat dan harapan dari berbagai pihak.

Bahkan orang nonor satu di Bumi Lancangkuning Gubri Syamsuar, tidak saja mengirimkan karangan bunga. Bahkan, di dalam grup WA Saujana, Gubri menuliskan ungkapan selamat dan harapan terhadap kemajuan petani sawit di Indonesia khususnya Riau.

"Selamat kepada Pak Gulat, mudah-mudahan akan membawa kemajuan petani sawit di tanah air termasuk di Riau dengan membangun industri hilir kelapa sawit.Saya mohon maaf tidak bisa hadir karena menghadiri Rakor Gubernur se Indonesia di Bengkulu," tulis Gubri.

Tidak cukup sampai di situ, Gubri juga menyanpaikan ucapan selamat kepada Dewan Pakar DPP Apkasindo Prof.Dr.Yusmar Yusuf yang bertemu di Bandara Soekarno Hatta dalam perjalanan pulang menuju Pekanbaru, Selasa (9/7) sore.

Sementara itu, dalam  sambutannya, Moeldoko berpesan agar seluruh Pengurus Harian Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP-Apkasindo) yang baru bisa melakukan langkah progresif untuk meningkatkan nilai positif kelapa sawit. Hal ini agar kelapa sawit, khususnya milik rakyat bisa terdongkrak dan memiliki nilai tambah.

"Saya ingin ketua dan seluruh jajaran pengurus baru yang dilantik ini mengambil langkah progresif, jangan hanya ikuti irama organisasi yang sudah ada. Cari langkah-langkah progresif yang bisa mengubah lingkungan," katanya saat ditemui di Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain itu, dia juga mengharapkan agar Apkasindo menjadi organisasi yang mampu menjembatani kepentingan petani sawit rakyat dan stakeholder terkait. Dengan begitu, bisa berdampak secara langsung oleh petani kelapa sawit.

"Apkasindo ini harus betul-betul bisa jadi institusi penjembatan, bagimana kehadiran organisasi ini bisa jadi jembatan bagi petani sawit baik penghubung kepada pemerintah, pengusaha, peneliti, dan stakeholder lain," tambahnya.

Sedangkan Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung mengatakan, bahwa petani sawit saat ini umumnya menghadapi tiga tantangan utama. Adapun ketiga tantangan tadi adalah tata niaga Tandan Buah Segar (TBS) yang masih belum jelas, petani dalam kawasan hutan, hingga upaya hijrah petani dari TBS ke minyak kelapa sawit (CPO).

"Saya tadi juga cerita ke Pak Moeldoko soal tata niaga TBS khususnya, lalu beliau menyarankan untuk membuat surat tertulis resmi. Setelahnya, Pak Moeldoko nanti katanya akan surati 22 provinsi untuk buat Peraturan Gubernur (Pergub) soal tata niaga kelapa sawit," tuturnya.

Menurut Gulat, tantangan lain yang dihadapi adalah para petani harus sadar akan teknologi, khususnya teknologi berbasis aplikasi.

"Kami juga harus upgrade diri dengan munculnya revolusi industri 4.0. Lewat teknologi itu, petani tidak akan repot lagi menyuguhkan data dan lokasi lahannya," tuturnya.

Sebagai imformasi, selain acara pengukuhan, juga dilaksanakan Nota Kerjasama DPP APKASINDO dengan PT RPN (Riset Perkebunan Nusantara) yang membawahi 6 Lembaga Riset Perkebunan serta Pupuk Kaltim, dan IPB Bogor. *

Related

Ekonomi 3626793990639717955

Posting Komentar

emo-but-icon

.

.

uc

uc

adv

adv

KASAD

KASAD

Ikl

Ikl

At

At

UCP

Dewan Redaksi RPC

publik MERANTI

Galery&Adv

Dewan Bengkalis

Newspelalawan

Ucp

Ucp

Komisi Pemberantasan Korupsi

Pemrov Riau

PEMKAB SIAK

dewan bengkalis

Follow Us

Kta DPRD

Kta DPRD

Ik

Ik

r

r

Siak

Siak

Uc

Uc

Knpi

Knpi

Uc

Uc

Uc

Uc

uc

uc

UCP

UCP

UC

UC

Hot News

Recent

Comments

Side Ads

item