TNI dan SPI Bangun 80 MCK di Pengungsian Donggala
https://www.riaupublik.com/2018/11/tni-dan-spi-bangun-80-mck-di.html
Minggu,
4 November 2018
DONGGALA,
RIAUPUBLIK.COM-- Pasca bencana gempa bumi dan
tsunami telah memporak-porandakan wilayah pesisir Donggala bagian
timur. Kogasgabpad Sulteng mencatat bahwa di
wilayah Donggala bagian Timur 5.844 unit rumah mengalami rusak
ringan, 1.950 rusak sedang dan 5.868 rusak berat. Kerusakan rumah menyebabkan
warga terpaksa mengungsi ke tempat yang aman dengan lokasi yang tersebar.
Atas ajakan Kepala Desa dan Aparat TNI di wilayah
Donggala, masyarakat akhirnya tinggal di shelter-shelter pengungsian,
hal ini untuk mempermudah pelayanan bantuan kepada para pengungsi. Permasalahan
utama di shelter adalah kesulitan untuk keperluan mandi, cuci
dan kakus, demikian juga air untuk keperluan sehari-hari tidak tersedia, karena
tidak ada tempat penampungan air.
Melihat
kondisi tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Komando
Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) penanggulangan bencana gempa bumi, tsunami
dan likuifaksi, bekerjasama
dengan Sahabat Peduli Indonesia (SPI) mendirikan 80 sarana
Mandi Cuci Kakus (MCK) di lokasi pengungsian
korban bencana wilayah
Donggala, Sulteng, Sabtu (3/11/2018).
Proses
pengerjaanya dilakukan secara gotong royong antara TNI
dari Yonzipur 17/Ananta Dharma dan Pasmar-1 dibantu
relawan serta masyarakat, sedangkan bahan baku merupakan donasi
dari Sahabat Peduli Indonesia dan sarana air dari Kodam
VI/Mulawarman.
Dalam
pembangunan MCK ini, Yonzipur 17/AD menurunkan dua alat berat, yaitu 1 unit
Excavator dan 1 unit Dozer. Pembuatan MCK dilakukan di 4 titik blok pengungsian,
yaitu 10 unit di Desa Tanjung Padang, 30 unit di Balintuma dan 40 unit di Balaesang, Kabupaten Donggala,
Sulteng.
Kepala
Desa Balintuma, Bapak Nisar atas nama warga mengucapkan terimakasih. “Kami
sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada TNI, Sahabat Peduli
Indonesia dan para relawan yang telah membuatkan MCK bagi
masyarakat,” katanya.
Pewarta : Syrah
Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI,
Kolonel Sus Taibur Rahman

