Weiiii Setelah PLN, Ribuan Petani Keramba Geruduk DPRD Kampar
https://www.riaupublik.com/2016/03/weiiii-setelah-pln-ribuan-petani.html
RIAUPUBLIK.COM, BANGKINANG(RIAU)-- (1/3/2016) Sekira jam 11:00 Wib Ratusan warga yang tergabung
dalam Forum Masyarakat Petani Kerambah Kuok mendatangi Gedung DPRD
Kampar,Aksi ini adalah lanjutan dari tuntutan mereka yang belum
terealisasi.
Masyarakat ini berasal dari Petani kerambah di Desa Merangin dan Pulau Terap. Adapun tuntutan utama petani kerambah adalah ganti rugi dari pihak PLN unit pengelola Waduk PLTA Koto Panjang terhadap kerusakan Kerambah mereka karena pembukaan pintu Waduk PLTA (spillway) air ke aliran Sungai Kampar, 15 Januari 2016 lalu.
petani kerambah menilai pihak Waduk lalai sehingga menimbulkan kerusakan luar biasa pada Kerambah. "Kami meminta kepada DPRD membentuk Pansus ganti rugi,dan pecat manejer sektor dan kepala unit PLTA" teriak Erwin, koordinator aksi, di depan gedung dewan.
Dalam aksi demo ini 92 orang
petani kerambah menuntut kebijakan pihak PLTA koto panjang menanggapi
tuntutanya atas kerugian petani kerambah kuok berejumlah 92 orangt
terbagi dua desa,desa merangin dan desa pulau terap, yang total
kerugianya mencapai sebesar Rp. 1.864.408.000(satu milyar delapan ratus
enam puluh empat juta)jelasnya.
aksi masih berlangsung Dari Halaman Gedung DPRD Menuju masuk Keruang banggar, komisi DPRD Kampar menerima pengunjuk rasa untuk berdialog. Dialog dilaksanakan di Ruang Banggar. Tampak perwakilan Komisi II Agus Chandra,Kasru Syam dan Syahrul Aidi. Serta dua perwakilan Komisi III yakni Suharmi Hasan dan Zulfan .
Kepala desa merangin M.kamil ikut serta menyampaikan aspirasinya di ruangan banggar mewakili masyarakatnya petani kerambah Agar dimediasikan ke pihak PLTA agar Di Gantirugikan Kerambah Kerambah Yang Rusak Akibat Kelalaian Pihak PLTA Yang membuka pintu waduk PLTA tanpa Memberitau sehingga terjadi banjir dadakan,ini semua akibat keteledoranya pihak PLTA Ungkapnya.(nandra)

