Wweii.. Teriakan Pendemo Sentil Kapolda Riau Langsung Bubar Jalan...

Senin, 5 Oktober 2020


PEKANBARU, RIAUPUBLIK. COM-- RELAWAN SATGAS KARHUTLA MAHASISWA UNILAK kembali melakukan aksi Demontstrasi jilid ll terkait penegakan hukum karhutla di provinsi riau. Senin (5/10/20). 

Aksi yang hendak di laksanakan di depan kantor Mapolda riau tersebut di bubarkan oleh pihak kepolisian pada saat massa aksi sampai di titik kumpul kantor Puswil riau dengan alasan covid-19.

Sebelum massa aksi bergerak ke Mapolda Riau tiba-tiba di hadang oleh sekelompok anggota polisi dan menyuruh massa aksi bubar.

Selanjutnya muncul tiga orang masaa aksi yang buka baju dengan badan di cat. Salah satunya memakai topi berbintang dua mirip seperti milik polisi pada umumnya dan 2 orang lainnya memakai topi yang sama namun tanpa bintang.

Selanjutnya muncul lagi tiga orang yang memegang kertas yang bergambar logo sinar mas grup dan spanduk maklumat kapolda riau No. 1 Tahun 2019 tentang larangan membakar hutan dan lahan yang dalam maklumat tersebut terdapat logo sinar mas grup.

Kemudian massa aksi tersebut menampilkan drama / teater yang menunjukkan bahwa tiga orang yang bertopi mirip polisi berlutut dan memberi hormat kepada massa aksi yang memegang kertas bergambar logo sinar mas grup dan spanduk maklumat Kapolda riau yang terdapat logo sinar mas grup.

Ketika ditanya apa makna dari drama / teater tersebut kepada cornel?

“Kami hanya ingin menegaskan bahwa tidak ada iklan gratis dan tidak ada endors gratis, penegak hukum jangan tunduk apalagi menjilat pada perusahaan”,tegas cornel. 

George sebagai koordinator relawan satgas mahasiswa unilak menerangkan kepada awak media menyatakan bahwa penegakan hukum karhutla di riau masih saja tebang pilih.

“Ya...Istilahnya panggang jauh dari api lah. Harapan minus kenyataan” katanya sambil geleng- geleng kepala. 

Untuk itulah kita melakukan aksi mendukung dan mendesak Polda riau karena kita lihat pak Kapolda tidak cukup mental untuk menetapkan PT Arara Abadi sebagai tersangka karhutla. Prihatin kita liat pak Kapolda tu. Tapi malah kita di bubarkan oleh anggotanya,"ujar George. 

Lebih lanjut George menilai bahwa Polda riau tidak bisa di harapkan untuk menegakkan hukum karhutla di riau.

“Saya, Kita mahasiswa dan masyarakat riau kecewa beratlah kepada Bapak Kapolda. indikatornya jelas, pertama kita ambil contoh PT. DSI yang ditetapkan sebagai tersangka karhutla karna dianggap lalai menjaga dan bertanggung jawab untuk mencegah area konsesinya sehingga terbakar hangus seluas 9,4 hektar. Maka PT. DSI di sangkakan melanggar pasal 78 ayat (4) jo pasal 116 uu pplh. Kan jelas muatan materi pasal itu “kelalaian” PT. DSI.

Sementara PT. Arara Abadi yang sudah jelas di duga sengaja membakar lahan seluas 86 hektare sampai hari ini belum di tetapkan sebagai tersangka. Apa itu bukan tebang pilih namanya. Bandingkan saja yang membakar 9,4 hektar di tetapkan sebagai tersangka sementara yang membakar lahan seluas 86 hektar di biarkan bahkan terkesan dilindungi,"tegas George

Kendati pun demikian George mengaku memaklumi sikap Polda riau karena maklumat Kapolda riau no. 1 tahun 2019 di duga kerjasama dengan Sinar Mas Groub.

“Tapi kita maklumi sajalah Polda riau ini. Mungkin saja karena maklumat pak Kapolda tentang karhutla itu kan kerjasama dengan Sinar Mas Groub. PT Arara Abadi itu di bawah naungan Sinar Mas Gruob kan. Jadi wajar pak Kapolda harus tertib lah sama Sinar Mas Gruob karena tidak ada endors / iklan yang gratis, "tandasnya.

Ketika ditanya oleh awak media kerja sama apa yang dimaksud oleh george?

“Ya bisa jadi kerjasama iklan liat aja maklumat kapolda riau No 1 tahun 2019 itu. Tapi kita anggap ajalah kerjasama Sinetron karhutla judulnya “Ku lindungi kau dengan maklumat”, ku menangis” cetus george sambil bernyanyi seperti lalu yang viral di sinetron tv indosiar.

Bahkan menurut George Kapolda riau sejak menjabat tidak komitment terhadap karhutla di riau.

“Pak Kapolda memang sejak awal tidak komit terhadap karhutla di riau, hal itu terbukti dengan menerbitkan maklumat no 1. Tahun 2019 tentang karhutla. Itu kan kebijakan pertama beliau. Masa maklumat Kapolda mencantumkan logo Sinar Mas Grup. Jadi suka-suka tu PT. Arara Abadi membakar lahan dan di biarkan aja sama Polda. Pak Kapolri kalo boleh ditempeleng aja kapolda riau,"Kesalnya.

Selanjutnya George menilai bahwa Dasboard Lancang Kuning Nusantara yang di ciptakan oleh Polda Riau hanya sebatas aplikasi yang tidak ada istimewanya.

“Dasboar Lancang Kuning Nusantara itu kan dianggap sebagai prestasi pak Kapolda. Saya sudah pelajari, ada namanya Comand Centre yang mampu mengkonfirmasi siapa pemilik lahan yang terbakar. Hari ini kita tantang Polda riau umum kan dong yang 86 hektare itu lahan siapa yang terbakar. PT. Arara Abadi atau bukan? Kalau Polda tidak umumkan itu artinya kita menduga Dasboart Lancang Kuning itu gagal mendeteksi atau Poda Riau yang memang melindungi PT. Arara Abadi. Kan iko pulo,"kata george tersenyum sinis. 

Terakhir george menegaskan bahwa relawan Satgas Karhutla Unilak akan tetap melaksakan aksi sampai PT. Arara Abadi di tetapkan sebagai tersangka dan di usut tuntas.

“Relawan satgas karhutla yang rektutkan Polda Riau. Jadi kami tidak mau di bodohi dan di jadikan sebagai pencitraan pak Kapolda. 

Kalau pak Kapolda tidak menetapkan PT. Arara Abadi sebagai tersangka dalam 5 hari kedepan kami akan tetap demo meminta Kapolda Riau pak Agung angkat kaki dari riau. Masyarakat riau tidak butuh Kapolda yang lemah dan tunduk pada perusahaan.

Dan kami ingatkan agar Polda Riau jangan alergi dong di demo. Setiap kali ada demo di Polda pasti di bubarin tapi kalau mahasiswa demo dugaan korupsi di siak gak pernah tu Polda Riau bubarin, Ini heran juga kita,"tutupnya dengan tanya.(***)

Related

Pekanbaru 8788698006974411106

Posting Komentar

emo-but-icon

Siak

Siak

Ik

Ik

Ikln

Ikln

LPPNRI RIAU

Dewan Redaksi RPC

publik MERANTI

Galery&Adv

Dewan Bengkalis

Newspelalawan

Komisi Pemberantasan Korupsi

Sum

Sum

PEMKAB SIAK

dewan bengkalis

Follow Us

Ikln

Ikln

Rohil

Rohil

Rohil

Rohil

DPRD Rohil

DPRD Rohil

Uc

Uc

Uc

Uc

uc

uc

UCP

UCP

UC

UC

Hot News

Recent

Comments

Side Ads

item