Kasdam I/BB Silaturrahmi Dengan Keluarga Besar TNI
https://www.riaupublik.com/2016/03/ketua-komisi-i-dprd-indrahii-hilir-h-m.html
![]() |
| Kasdam I/BB Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco Menghadiri Acara Silaturrahmi Dengan Keluarga Besar TNI Di Balai Prajurit Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km. 7,5 Medan, Rabu (23/3). |
RIAUPUBLIK.COM, MEDAN(SUMUT)-- Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung
dalam sambutannya yang dibacakan Kasdam I/BB Brigjen TNI Widagdo Hendro
Sukoco, mengatakan tujuan silaturrahmi keluarga besar TNI sebagai upaya
untuk memelihara dan meningkatkan hubungan emosional antara Kodam l/BB
dengan seluruh keluarga besar TNI. Diharapkan kegiatan silaturrahmi ini
dapat mewujudkan semangat soliditas dan kesamaan visi, misi dan persepsi
guna mengatasi permasalahan Bangsa demi tetap tegaknya keutuhan NKRI.
Dewasa ini ancaman nyata yang menjadi perhatian Dunia memiliki
karakteristik masing-masing yang dapat berimplikasi terhadap komponen
ketahanan nasional seperti Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya,
Pertahanan dan Keamanan serta Teknologi Informasi. Menghadapi berbagai
dinamika ancaman yang terjadi saat ini untuk mewujudkan sistem
pertahanan Negara yang tangguh, maka diperlukan adanya peningkatan peran
serta dari seluruh komponen Bangsa. Implikasi dari dinamika ancaman
yang terjadi telah menyebabkan permasalahan pertahanan Negara menjadi
sangat kompleks dan penyelesaiannya tidak hanya bertumpu pada bidang
pertahanan saja, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh
komponen Bangsa termasuk instansi pemerintah maupun non pemerintah.
Pertahanan Negara saat ini dan kedepan tidak cukup didekati dari aspek
militer semata, akan tetapi memerlukan pendekatan secara terpadu dengan
militer sebagai satu kesatuan pertahanan Negara.
Lebih lanjut Pangdam I/BB mengatakan
untuk dapat mengatasi setiap bentuk tantangan, ancaman, hambatan dan
gangguan dari manapun datangnya, Bangsa Indonesia juga harus memiliki
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan dalam mengembangkan
kekuatan nasional. Maju mundurnya Bangsa Indonesia sangat tergantung
kepada seluruh komponen Bangsa. Keluarga besar TNI sangat memiliki
potensi yang luar biasa dalam mendukung tetap tegaknya kedaulatan NKRI.
Oleh karenanya diperlukan semangat persatuan dan kesatuan yang kuat dari
seluruh elemen Bangsa. Jadikan pertemuan silaturrahmi sebagai media
untuk membangun komunikasi sosial, sekaligus sebagai sarana sharing
informasi dalam rangka menyikapi permasalahan yang berkembang di
tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini sesuai dengan
tema yang diangkat, yaitu: “Melalui silaturahmi keluarga besar TNI, kita
tingkatkan soliditas dan kesamaan visi dan misi guna mengatasi
permasalahan Bangsa dalam rangka mewujudkan keutuhan NKRI”.
Dalam kesempatan tersebut Ketua DPD LVRI
Provinsi Sumut Kolonel Inf (Pur) H. Alauddin AE. S.IP dalam
sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pangdam I/BB atas
diadakannya acara kegiatan komunikasi sosial dengan keluarga besar TNI.
H. Alauddin AE. S.IP mengatakan perjuangan Bangsa Indonesia untuk
memperoleh kemerdekaan ditandai dengan kebangkitan nasional, yang
dilakukan melalui pengembangan Wawasan Kebangsaan, pemantapan
patriotisme dan nilai-nilai perjuangan, sampai pada puncaknya yaitu
terwujudnya NKRI dengan Proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus
1945. Sejak detik awal proklamasi, upaya pennyelenggaraan pertahanan
keamanan Negara dilaksanakan secara sepontan oleh seluruh rakyat
Indonesia dengan semangat juang yang tinggi dan kerelaan berkorban
sebagai perwujudan dan tanggung jawab serta kehormatan seluruh rakyat
Indonesia terhadap NKRI. Atas jasa dan pengorbanan warga Negara
Indonesia yang telah berjuang membela dan mempertahankan kedaulatan
NKRI, Negara/pemerintah telah memberikan penghargaan dan kehormatan
berupa tanda kehormatan Veteran Republik Indonesia para pejuang/Veteran
Republik Indonesia, hidupnya sering dihampiri derita, berhujan peluru
dan bersembah darah demi tanah air.
Pekik pejuang menggelegar
memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan Bangsa. Nyawa kemerdekaan
Bangsa begitu berarti dari pada nyawa yang ada dalam tubuh mereka,
semboyan veteran dulu Merdeka atau Mati, sekarang NKRI Harga Mati.
Berdasarkan jejak dokumen, Veteran diartikan tidak sebatas person saja,
namun juga secara organisasi ada upaya untuk mewariskan cita-cita
perjuangan yang diteruskan bagi bangsa Indonesia. Kata Veteran sebagai
Entitas (satuan yang berwujud) perjuangan dengan memiliki nilai-nilai
kemasyarakatan dan kebangsaan yang dapat meningkatkan harkat dan
martabat Bangsa Indonesia
Lebih lanjut H. Alauddin AE. S.IP
menyampaikan, persepsikan nilai kejuangan (nilai juang 1945) sebagai
nilai warisan, tentu saja nilai tersebut akan tetap relevan untuk
dikedepankan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,
pada era saat ini maupun kedepan. Salah satu bentuk keprihatinan dan
kegalauan para pejuang terhadap kondisi Bangsa dan Negara saat ini,
memiliki berbagai permasalahan demestik, mulai dari politik, ekonomi,
pengelolaan sumber daya alam, sosial budaya mulai dari rendahnya
penghargaan terhadap nilai-nilai sejarah, dekadensi moral, melemahnya
karakter dan jati diri Bangsa, hingga permasalahan sosial seperti
pengangguran, kemiskinan, korupsi, kolusi dan nepotisme serta lemahnya
penegakkan Hukum.
Dari berbagai permasalahan diatas, dapat dicermati,
membangun Bangsa tidak saja memiliki kualitas intelektual dengan
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IT). Akan tetapi juga lebih
penting pembangunan jiwa, semangat patriotism serta nilai juang 45,
serta memiliki karakter dengan jati diri Bangsa yang kuat sebagai wujud
kesadaran kebangsaan dan bela Negara. Lagu Indonesia Raya telah
mengisyaratkan pada kita, Bangunlah Jiwanya baru kemudian Bangunlah
Badannya.
Dalam kegiatan silaturrahmi Kodam I/BB dengan keluarga besar TNI, dihadiri 160 orang keluarga besar TNI.
Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli
Pangdam I/BB, Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB, Pengurus
PEPABRI Sumut, Pengurus PPAD Sumut, Pengurus PD FKPPI Sumut, Pengurus
MADA PPM Sumut, PERIP dan Unsur Dharma Pertiwi Daerah ”A”.
