Politikus PDIP Lari Terbirit Usai Diperiksa KPK


KPK, RIAUPUBLIK.Com-- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan suap terkait pengadaan monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang menjerat Petinggi PT Merial Esa Indonesia (MEI) Fahmi Darmawansyah, serta pejabat di Bakamla Eko Susilo Hadi, Selasa, (24/1). 

Fahmi diperiksa untuk saksi Petinggi PT MEI Fahmi Darmawansyah yang telah menjadi tersangka kasus ini. Saat keluar lobi gedung KPK usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 20.00 WIB, Fahmi terlihat mencoba menghindari awak media dengan berjalan perlahan-lahan. Namun, saat langkahnya diketahui awak media, Fahmi langsung lari terbirit-birit. 

Bahkan, Fahmi yang saat itu mengenakan pakaian orange garis-garis menggunakan tas-nya untuk menutupi wajahnya. Hal itu dilakukan Fahmi untuk menghindari awak media yang terus mencoba mengonfirmasi mengenai pemeriksaannya kali ini. Aksi lari-larian tersebut pun berakhir setelah Fahmi menghilang dari pantauan awak media. 

Awak media pun tak mengetahui iya kemana apakah naik moda transportasi ojek pangkalan atau moda transportasi lainnya. Nama Fahmi Habsyi belakangan disebut-sebut sebagai penghubung antara tersangka Fahmi Dharmawansyah yang juga suami artis Inneke Koesherawati ini dengan sejumlah pejabat Bakamla. “Yah salah satu (penghubungnya) yang disebut itu pak Fahmi Al Habsyi itu,” ujar Maqdir Ismail, pengacara Fahmi Dharmawansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/1/2017). 

Dikatakan Maqdir, kliennya tidak pernah berhubungan dengan pejabat Bakamla untuk menggarap proyek satelit monitor. Menurut Maqdir, kliennya justru lebih banyak berhubungan dengan Fahmi Habsyi. Sebab, Fahmi Habsyi ini disebut-sebut memiliki koneksi dengan sejumlah pejabat di Bakamla. “Pak Fahmi hampir tidak pernah berhubungan dengan orang-orang di Bakamla dia lebih banyak berhubungan dengan Fahmi Al Habsyi ini,” tutur Maqdir. Dalam kasus ini, penyidik KPK telah menjerat empat orang sebagai tersangka. 

Keempat orang itu yakni Fahmi Darmawansyah yang merupakan direktur PT Merial Esa yang juga direktur PT Melati Technofo Indonesia, Hardy Stefanus dan M Adami Okta, serta ‎Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla, Eko Susilo Hadi. 

Kasus itu terbongkar dari Oprasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Satgas KPK beberapa waktu lalu. Kini, Empat tersangka itu sudah ditahan KPK di rumah tahanan terpisah. ‎ Kasus ini juga disidik Puspom TNI. 

Penyidik militer pun telah menetapkan Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksamana Pertama Bambang Udoyo sebagai tersangka. Dalam proses pengembanganya, Puspom TNI juga sempat menggeledah rumah Bambang. 

Dari penggeledahan itu, penyidik mengamankan SGD 80.000 dan US$ 15.000. Uang itu diamankan lantaran diduga masih berkaitan dengan suap proyek satelit monitor Bakamla.

Sumber: http://nasional.kini.co.id/2017/01/24/20166/politikus-pdip-lari-terbirit-usai-diperiksa-kpk

Related

Hukrim 1462954574819192404

Posting Komentar

emo-but-icon

Siak

Siak

Ik

Ik

Ikln

Ikln

LPPNRI RIAU

Dewan Redaksi RPC

publik MERANTI

Galery&Adv

Dewan Bengkalis

Newspelalawan

Komisi Pemberantasan Korupsi

Sum

Sum

PEMKAB SIAK

dewan bengkalis

Follow Us

Ikln

Ikln

Rohil

Rohil

Rohil

Rohil

DPRD Rohil

DPRD Rohil

Uc

Uc

Uc

Uc

uc

uc

UCP

UCP

UC

UC

Hot News

Recent

Comments

Side Ads

item