Pembudidaya Ikan Korban Banjir di Kabupaten Kampar Menerima Bantuan 1.114.000 Bibit Ikan




Kepala Dinas Perikanan Kelautan pemerintah provinsi Riau, Tin Mastina menyerahkan bantuan bibit ikan di Kabupaten Kampar


RIAUPUBLIK.COM, KAMPAR(RIAU)-- Beberapa waktu lalu Kabupaten Kampar Provinsi Riau dilanda bencana banjir besar di 9 kecamatan yang terdiri dari 19 desa, bencana tersebut mengakibatkan 284 kerambah pecah dan hanyut serta 83 kolam tenggelam. Banjir besar berikutnya datang pada tanggal 8-10 februari 2016, di 6 kecamatan yang terdiri dari 30 desa, yang mengakibatkan 474  kerambah pecah dan hanyut serta 192 kolam tenggelam.

Bencana banjir ini mengakibatkan 702 kepala keluarga, pembudidaya kerambah dan kolam mengalami kerugian sebesar 14 milyar lebih dan bencana ini juga memakan satu orang korban jiwa dari Desa Ranah"

Hal tersebut dikatakan Assisten II Pemerintah Kabupaten Kampar, H. Nurbit, pada saat acara penyerahan benih ikan untuk bantuan korban banjir. Dihadiri oleh Direktur jendral (Dirjen) Budidaya Kementrian Kelautan Perikanan (KPP) RI Slamet Budiakto, mewakili Plt Gubernur Riau Kepala Dinas Perikanan Kelautan pemerintah provinsi Riau, Tin Mastina, Perwakilan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana pemprov Riau serta Masyarakat Pembudidaya ikan air tawar kabupaten Kampar.

Pemerintah melalui Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) memberikan 1.114.000 bibit ikan, Bantuan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Dirjen Budidaya KKP, Slamet Budiakto kepada masyarakat pembudidaya ikan air tawar, di desa Sawah kecamatan Kampar Utara kabupaten Kampar provinsi Riau, pada Minggu (20/3/2016).

Slamet Subiakto pada saat memberikan pengarahannya mengatakan, kunjungannya ke kabupaten Kampar  merupakan upaya pemerintah untuk memberikan rasa simpati dan mengucapkan turut berduka atas musibah korban banjir yang telah dialami masyarakat pembudidaya ikan air tawar di Kampar.

"Pemerintah hadir untuk memberikan semangat, kekuatan baru, dan motivasi dan jangan sampai karena musibah ini larut dalam kesedihan, kita harus membuat tekad yang baru untuk bangkit," kata Slamet.

"Pembibitan benih, pengolahan pakan di Kampar sudah cukup bagus. Ayo cepat bangkit kembali untuk bekerja, karena ini merupakan mata pencarian dan perekonomian kita bersama," katanya lagi.

Slamet Subiakto mengungkapkan 1.114 ribu ekor  bibit yang diberikan pemerintah pusat memang belum cukup, dia berharap agar pemerintah kabupaten Kampar dan provinsi Riau juga ikut serta membantu masyarakat pembudidaya ikan air tawar yang terkena musibah banjir beberapa waktu lalu.

"Saya minta kita semua gotong royong dari pemerintah kabupaten sampai pemerintah provinsi Riau ikut juga membantu, paling tidak dua juta atau tiga juta ekor bibit ikan bisa kita berikan" ungkap Slamet Subiakto pada saat diwawancarai awak media.

Slamet juga menghimbau kepada masyarakat pembudidaya kabupaten Kampar agar selalu memperhatikan dan menjaga lingkungan disekitarnya. "Musibah ini datang dari diri kita, karena ini merupakan peringatan dari Tuhan. Marilah kita secara arif  menjaga dan memelihara  lingkungan di sekitar kita. Jangan ada lagi penebangan-penebangan pohon dan perusakan lingkungan," himbau Slamet.

Assisten II Pemerintah Kabupaten Kampar, H. Nurbit saat menyampaikan sambutanya mengatakan kehadiran Dirjen Budidaya KKP ke kabupaten Kampar, merupakan suatu bentuk kehadiran Negara ditengah masyarakat, walaupun disadari bantuan yang diberikan belum sebanding dengan kerugian yang diderita para korban banjir beberapa waktu lalu.

"Jangan dinilai dari jumlah dan besarnya, ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian Negara, tapi nilailah wujud kepedulian Kementerian kelautan dan Perikanan melalui dirjen Budidaya yang peduli dan tanggap kepada kita, walaupun memerlukan waktu interval untuk melaksanakan ini," kata H.Nurbit.

Jumlah masyarakat pembudidaya ikan air tawar di kabupaten kampar sebanyak 3.200 orang. Kampar merupakan pemasok terbesar (70%) ikan air tawar provinsi Riau,

Pada tahun 1999 Gubernur Riau menetapkan kabupaten Kampar sebagai  lumbung ikan Provinsi Riau, dan tahun 2011 Kementrian Kelautan dan Perikanan juga menetapkan Kampar sebagai Kabupaten Minapolitan.

Mewakili Pelakasana tugas (Plt) Gubernur Riau, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  provinsi Riau, Tin Mastina mengatakan, Sektor perikanan budidaya ikan air tawar termasuk sektor yang rusak paling parah akibat banjir, dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar, bencana banjir merupakan pukulan yang sangat berat bagi masyarakat pembudidaya ikan air tawar di kabupaten Kampar.

"Kami sangat menyambut baik hadirnya Dirjen Budidaya Kementerian Kelautan Perikanan, ini merupakan penghaargaan yang besar bagi masyarakat, kedepan kami akan meningkatkan koordinasi dengan Dirjen Budidaya KKP guna meningkatkan hasil budidaya ikan air tawar di Provinsi Riau," ujar Tin Mastina. (hms)

Related

Riau 286437152900035679

Posting Komentar

emo-but-icon

Siak

Siak

Ik

Ik

Ikln

Ikln

LPPNRI RIAU

Dewan Redaksi RPC

publik MERANTI

Galery&Adv

Dewan Bengkalis

Newspelalawan

Komisi Pemberantasan Korupsi

Sum

Sum

PEMKAB SIAK

dewan bengkalis

Follow Us

Ikln

Ikln

Rohil

Rohil

Rohil

Rohil

DPRD Rohil

DPRD Rohil

Uc

Uc

Uc

Uc

uc

uc

UCP

UCP

UC

UC

Hot News

Recent

Comments

Side Ads

item